PROFIL LBB “QUANTUM”

LATAR BELAKANG PENDIRIAN LBB “QUANTUM”

Indonesia merupakan Negara terbesar ke-4 di dunia dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 241.452.952. Melimpahnya sumber daya manusia yang ada di Indonesia belum diimbangi oleh kualitas setiap individunya. Hal ini terlihat dari tingkat pengangguran yang masih tinggi. Badan Pusat Statistika (BPS) melansir jumlah pengangguran di negeri ini mencapai 8% dari jumlah angkatan kerja.

Potensi-potensi yang dimiliki tiap-tiap provinsi di Indonesia berbeda-beda dan potensi tersebut menjadi ciri khas bagi setiap provinsi. Provinsi DIY, sebagai contoh, memiliki keunggulan pada bidang pendidikan maka provinsi DIY dijuluki “Kota Pelajar”. Di DIY terdapat budaya belajar, yaitu waktu khusus untuk belajar antara pukl 19.00-21.00 WIB. Pendidikan merupakan bagian penting dalam pembangunan bangsa Indonesia. Unsur-unsur pembangun dalam pendidikan seperti sekolah, guru dan siswa seyogyanya harus saling menguatkan satu sama lain demi tercapainya kemajuan bangsa dalam mempersiapkan persaingan pada kancah global. Tidak dapat dipungkiri guru adalah salah satu unsur penentu keberhasilan pendidikan itu sendiri. Untuk mencapai keberhasilan tersebut, guru harus mempunyai berbagai kualifikasi yang unggul. Mahasiswa sebagai calon guru tentunya harus mempersiapkan diri sedari awal.

Pendidikan formal di DIY rata-rata berlangsung antara pukul 07.00-14.00 WIB bagi jenjang sekolah. Pengalokasian waktu tersebut dirasa kurang bagi beberapa siswa dengan target penguasaan materi yang banyak. Pelajaran wajib seperti MTK, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, sekurang-kurangnya 20 bab yang harus dikuasai untuk SD, 30 bab untuk SMP, dan 30 bab untuk SMA. Belum lagi ditambah mata pelajaran lain yang tidak dapat dikatakan mudah. Padahal kemampuan setiap siswa dalam menguasai materi dengan jangka waktu yang ditentukan pada saat pendidikan formal berbeda-beda.

Disamping itu, tidak dimungkuinkan dari pihak pendidikan formal dapat menyediakan pelajaran tambahan karena sedikitnya waktu yang tersedia dan terbatasnya tenaga pendidik formal. Lagipula, siswa juga kan merasa jenuh jika terus-menerus belajar di sekolah tanpa ada variasi, dengan situasi formal, pengajar yang sama, dan kondisi yang tidak nyaman. Pelajaran tambahan yang diberikan tidak dapat dipastikan dapat diterima siswa pada situasi dan kondisi tersebut.

Siswa akan merasa nyaman dan tenang di rumah sendiri. Namun sebagai makhluk sosial, siswa tidak akan merasa senang jika belajar sendiri dan di akan cepat merasa bosan kemudian mengantuk. Pihak orangtua pun belum tentu dapat mendampingi putra-putrinya belajar. Sehingga siswa tersebut membuthkan pihak lain yang dapat menemaninya.

Di sisi lain, mahasiwa di DIY cukup banyak. Mereka tersebar di beberapa Universitas Unggul di Yogyakarta antara lain UGM, UNY, UPY, UIN, UMY, UII, USD, UST, UPN, UAD, UTY dan lain lain. Mahasiswa sebagai seorang yang terpelajar, telah menyelesaikan sekolah menengah, dipandang mampu menemani, mengajar, dan mendidik siswa yang membutuhkan tambahan. Mahasiswa, khususnya calon guru, membutuhkan lahan untuk mengaplikasikan ilmunya sebelum pengabdiannya kepada masyarakat. Mereka juga akan mendapat pengalaman bekerja tentang siswa yang berbeda akan berbeda sifatnya dan berbeda cara mengajarnya sehingga kelak ketika mereka mulai terjun ke masyarakat pekerjaan mereka akan maksimal dan dapat dihasilkan tenaga pengajar yang lebih berkualitas dengan latihan nyata. Selain Mahassiwa, banyak sekali para sarjana S1 tidak dapat bekerja dan mengaplikasikan ilmunya bahkan tidak sedikit yang menjadi pengangguran.

Bila melihat Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 16 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru, maka penting bagi mahasiswa untuk membekali dirinya dengan pengalaman mengajar. Pengalaman tersebut bisa diperoleh dengan mengajar siswa di lembaga bimbingan belajar atau lembaga penyalur tentor. Kenyataannya, masih banyak mahasiswa yang belum mendapat kesempatan untuk memperoleh pengalaman mengajar. Sebagian mahasiswa yang kurang mampu juga membutuhkan penghasilan tambahan untuk mencukupi kebutuhan hidup dan studinya.

Dalam rangka untuk memfasilitasi para mahasiswa dan para sarjana dibidangnya yang mempuyai minat untuk mengajar dan memenuhi kebutuhan siswa akan belajar, maka LBB “QUANTUM” siap menjadi wadah untuk memenuhi kebutuhan itu.

VISI DAN MISI

Visi

Mewujudkan Lembaga Bimbingan Belajar privat yang memfasilitasi kebutuhan masyarakat sebagai bentuk usaha untuk memajukan pendidikan di DIY.

Misi

Menggalakkan budaya belajar siswa di DIY
Memberikan wadah bagi para mahasiswa dan sarjana untuk mengaplikasikan ilmunya
Membentuk kemandirian Mahasiswa/Sarjana dalam berwirausaha
Memberikan pelayanan bimbingan belajar kepada siswa
Membentuk kemandirian siswa dalam belajar.

HUBUNGI ; (0274) 9608390/082136444310

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s